BATIK TULIS
Tahun ini Pemerintah sedang menggalakan untuk memakai produksi dalam negeri,salah satunya adalah setiap pegawai negeri sipil untuk memakai seragam kain batik. Kain Batik memang sedang digalakan terutama kain batik tulis.Dengan memakai batik tulis ini diharapkan untuk para pengrajin batik akan terangkat keberadaanya, baik secara produksi maupun kreatifitasnya untuk semakin maju dalam membuat kreasi seni batik dan yang jelas lagi pasti akan meningkatkan taraf hidup para pengrajin karna hasil kerajinannya terjual.
Aku jadi ingat sewaktu baru masuk menjadi tenaga guru honorer tahun 1987, waktu itu pemerintah juga menggalakan produksi dalam negeri berupa kain lurik. Yaaah tapi menggunakan kain lurik hanya berlangsung beberapa tahun saja dan kemudian lenyap tak berbekas. Mudah-mudahan nasib untuk menggunakan kain batik tidak hanya sementara tapi terus berlangsung hingga bener-bener manusia Indonesia mencintai produksi dalam negegeri kususnya kain batik.
Yaaah… yang namanya manusia, terkadang kalau memakai barang kalau bukan produk luar negeri tidak puas, tidak waaah, tidak mengikuti perkembanagan jaman.Dan kalau kita memakai produk dalam negeri dikatan orang yang ketinggalan jaman, produk kita kwalitasnya tidak baik dan sebagainya dan sebagainya dan masih banyak alas an lain yang intinya tidak menyukai produk dalam negeri,padahal produk-produk kita tidak kalah tentang kwalitas maupun kwantitasnya.
Coba kalau kita ingat beberapa waktu lalu ada penjualan murah tentang sepatu produk luar negeri, waduuuh yang antri bukan main banyaknya. Ini menandakan kalau kita ini sangat membagakan produk luar negeri. Kalau kita cermati sepatu produk dalam negeri juga baik kwalitasnya tetapi tidak diantri untuk dibeli, masih untung dilihat kadang Cuma lewat doang.
Nah… dalam rangka mencintai dan memakai produk kita sendiri aku mengajarkan sama anak didikku untuk membuat batik tulis, agar anak-anak nantinya mau memakai produk kita sendiri,disamping itu juga untuk memberi bekal ketrampilan barang kali setelah dewasa bisa digunakan atau membuka wirausaha sendiri. Aku kenalkan alat-alatnya, cara membatiknya sampai jadi. Yaaah walau yang aku ajarkan ini hanya tahap awal ( karna bisaku hanya itu ) tapi aku cukup bangga sama creatifitas anak-anak
Pengin tahu hasilnya? niiih lihat fotonya…



Dan ini aku sewaktu mendapat pelatihan membatik dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kabupaten Banjarnegara tahun 2008 yang dipimpin oleh Hj. Ambar Dewi Djasri

Aku jadi ingat sewaktu baru masuk menjadi tenaga guru honorer tahun 1987, waktu itu pemerintah juga menggalakan produksi dalam negeri berupa kain lurik. Yaaah tapi menggunakan kain lurik hanya berlangsung beberapa tahun saja dan kemudian lenyap tak berbekas. Mudah-mudahan nasib untuk menggunakan kain batik tidak hanya sementara tapi terus berlangsung hingga bener-bener manusia Indonesia mencintai produksi dalam negegeri kususnya kain batik.
Yaaah… yang namanya manusia, terkadang kalau memakai barang kalau bukan produk luar negeri tidak puas, tidak waaah, tidak mengikuti perkembanagan jaman.Dan kalau kita memakai produk dalam negeri dikatan orang yang ketinggalan jaman, produk kita kwalitasnya tidak baik dan sebagainya dan sebagainya dan masih banyak alas an lain yang intinya tidak menyukai produk dalam negeri,padahal produk-produk kita tidak kalah tentang kwalitas maupun kwantitasnya.
Coba kalau kita ingat beberapa waktu lalu ada penjualan murah tentang sepatu produk luar negeri, waduuuh yang antri bukan main banyaknya. Ini menandakan kalau kita ini sangat membagakan produk luar negeri. Kalau kita cermati sepatu produk dalam negeri juga baik kwalitasnya tetapi tidak diantri untuk dibeli, masih untung dilihat kadang Cuma lewat doang.
Nah… dalam rangka mencintai dan memakai produk kita sendiri aku mengajarkan sama anak didikku untuk membuat batik tulis, agar anak-anak nantinya mau memakai produk kita sendiri,disamping itu juga untuk memberi bekal ketrampilan barang kali setelah dewasa bisa digunakan atau membuka wirausaha sendiri. Aku kenalkan alat-alatnya, cara membatiknya sampai jadi. Yaaah walau yang aku ajarkan ini hanya tahap awal ( karna bisaku hanya itu ) tapi aku cukup bangga sama creatifitas anak-anak
Pengin tahu hasilnya? niiih lihat fotonya…



Dan ini aku sewaktu mendapat pelatihan membatik dari Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kabupaten Banjarnegara tahun 2008 yang dipimpin oleh Hj. Ambar Dewi Djasri

pertamak....
ReplyDeletebatik adem buat baju tidur.
semoga ga anget anget tahi ayam yah.... yah kek pernah aj tahu hangetnya tahi ayam, wkwkkw
ReplyDeleteMas Eka ternyata dikau pinter juga membatik ya...
ReplyDeletesoree...baru sempet kemari nih
ReplyDeletePermisi..., mau pesen batik bisa...?Pokoke Tooop-lah, kreatif , tidak sia-sia belajar batik sampai bengkek...
ReplyDeletewah saya suka sekali sama batik, :D
ReplyDeletepada kreatif neh ...
batik buat tidur ada?
ReplyDeletebatik buat tidur ya ditempat pengrajin batik kayaknya ada
ReplyDelete