TOKO DADAKAN
Memenuhi undangan dari titimatra untuk posting kolaborasi ( Dibawah Bendera Reformasi) taggal 1 Agustus 2010, inyong coba untuk sedikit berbicara tentang pendidikan khususnya masalah masa pendaftaran siswa baru kemarin. Kebetulan pada masa pendaftaran siswa baru inyong lagi ngga sempat untuk meliput karena kesibukan inyong.
Kalau kita perhatikan dan jika teman-teman cocok dengan pendapat inyong, pada masa pendaftaran atau penerimaan siswa baru hampir rata-rata atau seolah-olah sekolah itu menjadi toko kain dadakan seperti penjual makanan dadakan kalau ada pasar malam. Bagaimana tidak menjadi toko dadakan, setiap orang tua pasti disodori untuk membeli kain seragam dengan dalih untuk daftar ulang atau biar seragam warna kainnya sama, yang intinya pasti diarahkan untuk membeli seragam sekolah dan semua orang tua tidak bisa menghindar.
Inyong percaya setiap orang tua pasti ingin menyekolahkan anaknya dengan biaya yang murah atau ringan, tapi hal itu apa mungkin kalau mau masuk sekolah saja sudah dibebani biaya seragam yang pada hakekatnya harga kain kalau beli di sekolah bisa lebih mahal dibanding beli di toko. Seandainya kain seragam sekolah itu dibebaskan untuk beli di toko, inyong percaya harganya lebih murah dan meringankan beban orang tua, yang penting diberi patokan warna kainnya saja.Kalau memang sekolah itu ingin menjual kain sebisa mungkin harga jualnya lebih murah dari toko, entah bagaimana caranya. Apa langsung beli ke pabrik kain atau mencari donatur.
DIBAWAH BENDERA REFORMASI
Kalau kita perhatikan dan jika teman-teman cocok dengan pendapat inyong, pada masa pendaftaran atau penerimaan siswa baru hampir rata-rata atau seolah-olah sekolah itu menjadi toko kain dadakan seperti penjual makanan dadakan kalau ada pasar malam. Bagaimana tidak menjadi toko dadakan, setiap orang tua pasti disodori untuk membeli kain seragam dengan dalih untuk daftar ulang atau biar seragam warna kainnya sama, yang intinya pasti diarahkan untuk membeli seragam sekolah dan semua orang tua tidak bisa menghindar.
Inyong percaya setiap orang tua pasti ingin menyekolahkan anaknya dengan biaya yang murah atau ringan, tapi hal itu apa mungkin kalau mau masuk sekolah saja sudah dibebani biaya seragam yang pada hakekatnya harga kain kalau beli di sekolah bisa lebih mahal dibanding beli di toko. Seandainya kain seragam sekolah itu dibebaskan untuk beli di toko, inyong percaya harganya lebih murah dan meringankan beban orang tua, yang penting diberi patokan warna kainnya saja.Kalau memang sekolah itu ingin menjual kain sebisa mungkin harga jualnya lebih murah dari toko, entah bagaimana caranya. Apa langsung beli ke pabrik kain atau mencari donatur.
sekarang sekolah banyak yg hanya cari duit aja ya
ReplyDeletesob, mengingt blog ni sngt bermanfaat bgt q.. tukeran link yok!!
ReplyDeletelink blog kamu sudah terpasang di blogku, link balik yach :) silahkan di liat di blogku!!
ntar pasang link ku dengan anchor text "Blog Templates" yach,
dan jdi follower q juga y, siapa thu aja dgn kehadiran blogger se-hebat kamu, blog ku bisa
sedikit rame dan berwibawa gtu.he3
ntar secara berkala q bakal sering-2 silaturahmi kesini..
d tunggu kehdirannya yach :D
salam dari blogger indonesia setengah bule.he3
makasih..
Bener pak.., banyak sekolah yg menuntut murid2nya membeli seragam sekolah (sampai ke topi dan kaos kaki) dan buku2 pelajaran (paket dan LKS) di sekolah.
ReplyDeleteSekolah jaman sekarang ga bedanya sama orang jualan, nyari untuuuunnnngggg mulu. Duh, kasian orang yang ga begitu mampu tapi punya keinginan besar untuk sekolah :-(
ReplyDeleteMasih mending itu pak, sebatas seragam .... Di dekat rumah saya, ada sekolah yang bila mengadakan pentas seni atau rekreasi seenaknya jeprat-jepret murid-murid. Lalu foto hasil jepretan itu diberikan ke anak untuk ditebus oleh ortu.
ReplyDeleteBerani nda nebus? Rapor diancam ditahan. Alasan: belum melunasi uang foto. Nah!
salam sobat
ReplyDeletetoko dadakan memang benar,,kalau harga kain seragam sekolah yang harganya lebih mahal dibebankan pada anak sekolah.seperti dipaksa beli ya mas.
selamat menunggu sahur
selamat berpuasa
mohon maaf lahir dan batin.