Sabtu, 26 Desember 2015

Kriteria ketuntasan minimal (KKM)

Kriteria ketuntasan minimal (KKM) adalah kriteriaketuntasan belajar (KKB) yang ditentukan oleh satuan pendidikan. KKM  dijadikan dasar patokan nilai terendah dalam penilaian peserta didik. Jika peserta didik mampu mendapatkan nilai di atas KKM maka dianggap peserta didik tersebut telah tuntas. Tapi sebaliknya jika peserta didik  mendapatkan nilai di bawah KKM maka  peserta didik tersebut dianggap belum tuntas atau masih perlu mendapat perbaikan.
KKM ditetapkan oleh sekolah pada awal tahun pelajaran dengan memperhatikan :
1        Intake (kemampuan rata-rata peserta didik)
2        Kompleksitas (mengidentifikasi indikator sebagai penanda tercapainya kompetensi dasar)
3        Kemampuan daya pendukung (berorientasi pada sumber belajar)
Apa Fungsi KKM itu?
1        Sebagai acuan bagi pendidik dalam menilai kompetensi peserta didik sesuai KD mata pelajaran yang diikuti.
2        Sebagai acuan bagi peserta didik dalam menyiapkan diri mengikuti penilaian mata pelajaran.
3        Dapat digunakan sebagai bagian komponen dalam melakukan evaluasi program pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah.
4        Merupakan kontrak pedagogik antara pendidik dengan peserta didik dan satuan pendidikan dengan masyarakat.

Inyong ngga akan membahas lebih jauh tentang KKM, disini Inyong hanya mau berpendapat kalau sistem penilaian dengan KKM itu beda jauh dengan sistem penilaian Inyong waktu sekolah dulu. Waktu itu mendapat nilai 7 (tujuh) itu sudah termasuk anak yang lumayan, apalagi kalau mendapat nilai 9 (sembilan), ini benar-benar anak yang pintar.
Kalau Inyong ingat-ingat nilai Rapor jaman dulu, maaf jika keliru soalnya Rapor inyong dulu sudah ga tahu rimbanya kemana jadi ini hanya ingatan saja.Jika seorang anak mendapat ;
1        nilai 5 (lima), itu masuk kriteria kurang
2        nilai 6 (enam) itu masuk kriteria sedang
3        nilai 7 (tujuh) itu masuk kriteria cukup
4        nilai 8 (delapan) itu masuk kriteria baik
5        nilai 9 (sembilan) itu masuk kriteria memuaskan
apa lagi kalau dapat nilai 10, wah….. sudah sangat memuaskan
Tapi jaman sekarang nilai 5 (lima) atau 6 (enam) pada Rapor sudah ga ada. Kalau lihat Rapaor anak sekarang nilainya pasti minimal 75, ya karena sekolah/guru menetapkan batas Kriteria ketuntasan minimal (KKM) itu 75 bahkan ada yang 80. Apalagi kalau nilai Rapor kelas tingkat akhir kayaknya sulit membedakan anak yang kemampuanya pas-pasan dan yang pintar.
Sekali lagi maaf jika tulisan ini keliru Inyong hanya membandingakn waktu Inyong sekolah dulu dan sekolah anak Inyong jaman sekarang.

2 komentar:

  1. Selamat malam Pak.... masih setia dengan blognya ya? Maaf lama gak mampir, karena emang ngeblognya sedang tersendat-sendat nih Pak.
    Maaf juga komentarnya gak nyambung hehehe

    BalasHapus
  2. Nila warna merah juga sudah tidak ada. Takut gurunya di masukan penjara oleh muridnya.

    BalasHapus

Terimakasih anda telah berkunjung ketempat ini, semoga panjang umur