Senin, 23 Maret 2009

Pengalaman Hidup

Ini cerita pengalamanku pada waktu aku masih kuliah di IKIP Negeri Yogyakarta tahun 1985, sekarang UNY/Universtas Negeri Yogyakarta.

Pagi itu udara sangat cerah, memungkinkan semua jemuran pada kering. Maklum anak kos jauh ortu kan harus nyuci sendiri, jemur baju dan menyertika bahkan masak sendiri ya... cuma kontrak kamar ya beginilah.

"Teman-teman pada kemana Min?" tanyaku. Nama lengkapnya Parsimin, dia berasal dari kota Kebumen sedang desanya aku lupa, tapi yang aku ingat kata "Puring" ini entah nama desa atau kecamatan. Ya maklumlah udah lama banget.

Suatu hari aku pernah berkunjung kesana, menginap lagi. Desanya dekat pantai , waaaah pemandangannya sangat indah aku sangat betah sekali, rasanya pengin lama-lama tinggal di desanya. Deru ombak sangat jelas kedengaran apa lagi dimalam hari, laut terasa dekat.

Diwaktu pagi aku aku diajak kepantai, sambil menikmati ombak aku berlarian mengejar-ngejar binatang mirip kepiting tapi larinya aduuh sungguh cepat:
"apa nama binatang ini?"
"Ohh ini namanya Nyingking" jawabnya.
"Bukan keping?karna mirip sekali."
"Bukan, coba kamu perhatikan betuk tubuhnya, agak lain bukan?"Aku coba perhatikan dengan seksama, ya memang agak lain.

Setelah capai bermain pasir aku diajak ke Pasar. Dengan naik sepeda ontel aku membonceng diblakang. Sambil menikmati pemandangan desa yang indah, menelusuri jalan-jalan melewati sawah dan memperhatikan lalulalang pedagang yang mau ke Pasar. Mereka hampir rata-rata naik sepeda. Untuk berpapasan dengan motor jarang sekali.

"Wis tekan arep tuku apa sing disenengi?"(Udah sampai mau beli apa yang disukai)
"Aku beli udang aja." Pintaku, memang aku suka sekali makan udang, apalagi kalau digoreng dan yang masak ibu ku, dah tidak ada yang nyamai.

"Pada masuk kuliah semua! cuma kita berdua hari ini tidak ada kuliah."Dia jawab sambil jari-jemarinya memetik gitar. Maklum, kami berdua memang mahasiswa jurusan seni musik.

"Eh, min. Ini kan malam minggu gimana kalau kita beli ketela lalu kita rebus, terus nanti sore kita makan rame-rame?"

"Boleh, ayo kita kepasar! Tukasnya dengan penuh semangat juga."

Eh..sore hari kira-kira jam tiga teman-teman pada pulang kerumah ortu masing-masing. Ya...ah ketela tiga kilo dimakan berdua. Perhitungan meleset, mau ngajak makan ketela bareng nggajadi.Tapi karena sudah terlanjur dimasak mau tidak mau harus dihabiskan.

Pagi hari ketela masih ada kami putuskan beli sayur saja sama lauk untuk nemani ketela. Begitu selanjutnya sampai kira-kira dua hari kami berdua tidak masak nasi. Sungguh ini suatu pengalaman hidup yang paling berkesan dalam hidupku sewaktu aku kuliah di IKIP Yogyakarta.

Sekarang dia bertugas menjadi guru seni musik/seni budaya di SMP Negeri 1 Kebumen dan tinggal bersama istri tercintanya yang dulu satu kelas, Endah Puspitorini, aku sering panggil Endah Puspitosari.

4 komentar:

  1. udah ke 4 kali nih coba koment. berhasil gak ya? hari ini blogspot down mulu

    BalasHapus
  2. mo koment, asiknya makan ketela di alam pedesaan.

    BalasHapus
  3. bikin buku tamu dong. jadi bisa nulis pesan nih kalo mampir kemari.

    BalasHapus
  4. Mas itu dekat rumah saya, puring itu nama kecamatan, 5 km dari desa saya ke barat. Bisa masuk dari gombong ke selatan atau dari Guyangan ke petanahan dulu baru ke puring
    Pantainya pasti berbatasan dengan pantai Karangbolong

    BalasHapus

Terimakasih anda telah berkunjung ketempat ini, semoga panjang umur