Jumat, 16 Maret 2012

PENYATUAN ZONA WAKTU INDONESIA

Pemerintah saat ini tengah membahas rencana perubahan zona waktu. Ada kemungkinan tiga zona waktu, yakni Waktu Indonesia Timur (WIT), Waktu Indonesia Tengah (WIT) dan Waktu Indonesia Barat (WIB) menjadi dua zona waktu.
Namun soal kemungkinan perubahan zona waktu menjadi satu bagian, menurut Menko Kesra Agung Laksono di Kemenko Kesra, Jakarta, Rabu (14/3) sangat kecil. Karena dinilai, wilayah Indonesia cukup luas.
Menko Perekonomian Hatta Rajasa juga menilai penyatuan zona waktu menjadi GMT+8, akan sangat menguntungkan karena waktu Indonesia akan sama dengan beberapa negara tetangga, yaitu Malaysia dan Singapura.
"Kalau zona waktu kita bisa sama dengan negara-negara tetangga, maka kita bisa melakukan penghematan dalam jumlah besar, baik jam kerja, transaksi, maupun aktivitas ekonomi," kata Hatta.
Akan ada banyak keuntungan yang Indonesia dapatkan dengan adanya penyatuan zona waktu tersebut, salah satunya adalah jam kerja mulai lebih awal, sehingga Indonesia mampu mengejar ketertinggalan dengan negara sekitar.
Menteri Agama Surya Dharma Ali menegaskan, soal rencana perubahan zona waktu ini bagi umat Islam khususnya tak ada masalah serius. Karena dalam menentukan waktu ibadah, umat Islam berdasarkan perputaran matahari.
"Mengenai penggabungan waktu, kalau dari sisi waktu sholat lima waktu bagi umat Islam tidak masalah, karena ukuranya matahari. Kalau misalnya jam 5 di WIB masih subuh, matahari belum terbit, di timur sudah terbit. Berarti kalau di sana masih jam 5 berarti jam 3 waktu subuhnya. Perbedaan jam itu tetapi tetap mengacu pada terbit matahari," jelas Menag


SUMBER
Tulisan ini inyong ambil dari liputan6, mediaindonesia dan vivanews

9 komentar:

  1. wah.. bersatu kita teguh..dunk.. pak guru.. moga dengan penyatuan wilayah waktu ini.. negeri ini tambah rukun...

    BalasHapus
  2. semoga penyatuan gak hanya soal waktu ya.tapi bener2 bersatu gitu. gak ribut2 lagi

    BalasHapus
  3. lw zona waktu brubah , pasti perubahan waktu solat jadi ribet buat umat muslim yg lum di update ilmu hisab dab falak nya :)
    http://insanicita.blogspot.com

    BalasHapus
  4. saya masih bingung dengan hal ini, masuk blm bisa di cerna sama otak, tp ya ikutin dulu deh beritanya, thaks ^^

    BalasHapus
  5. hmmm somoga bener2 bersatu....
    :)

    BalasHapus
  6. semoga segera tereleasasi, gak sabar ngerasain satu waktu bagaimana?

    BalasHapus
  7. sepakat dan sependapat dengan Pak Menag bahwa penyatuan waktu atau tetap seperti yang sekarang ini bukan masalah serius bagi kita dalam beribadah. Contohnya saja, dengan pembagian waktu yang sekarang, meski sama-sama satu waktu, waktu berbuka puasa juga berbeda disetiap tempatnya, misalnya ketika saya menelpon orang tua di Kebumen, mereka sudah berbuka tapi saya di Tangerang masih menunggu beberapa menit lagi.

    Dan jika nantinya ini jadi diterapkan, yang mungkin terasa nyata bagi saya adalah kaitannya dengna pekerjaan dimana saya kerja secara online dg central server ada di Singapur. selama ini suka bingung dengan selisih waktu saatu jam padahal kalau lihat dipeta letak Singapur tidak lebih barat dibanding pulau Sumatera.:)

    BalasHapus
  8. Wah aku baru tahu nih tentang wacana penyatuan zona waktu Indonesia, pak. Sekarang kita tinggal menunggu hasil keputusannya aja deh.

    BalasHapus
  9. kunjungan gan.,.
    bagi" motivasi.,.
    Orang miskin bukanlah seseorang yang tidak mempunyai uang,
    tapi ia yang tidak memiliki sebuah mimpi.,
    di tunggu kunjungan balik.na gan.,.,

    BalasHapus

Terimakasih anda telah berkunjung ketempat ini, semoga panjang umur