Senin, 06 Agustus 2012

HASIL UJI KOMPETENSI GURU


Jika Ada Guru yang mendpat Nilai Nol dari hasil uji kompetensi percayakah anda?
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memaparkan nilai rata-rata sementara UKG. Tercatat, nilai rata-rata sementara UKG hanya 44,55, dengan nilai tertinggi 91,12 dan nilai terendah adalah nol.

Kalau pernyataan ini benar berarti guru tersebut tidak memiliki kemampuan sama sekali. Apakah itu mungkin terjadi kalau seorang guru tidak bisa menjawab sama sekali, seandainya seorang guru sedang sakit demam sekalipun kalau disuruh mengerjakan soal pasti bisa menjawab dan ada yang benar.

Menurut Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listiyarti mengatakan, nilai nol yang didapatkan seorang guru peserta uji kompetensi guru (UKG) adalah dramatisasi pemerintah. Menurutnya, ada kejanggalan dalam penilaian UKG yang menggunakan sistem komputerisasi.

"Sangat kecil kemungkinannya mengerjakan 100 soal pilihan ganda tanpa satu jawaban yang benar," ungkapnya.
 Gambar diatas menunjukan guru peserta UKG sedang mengerjakan soal UKG yang bertempat di SMK Cokroaminoto 1 Banjarnegara tanggal 5 Agustus 2012. Terlihat para guru sangat serius mengerjakan soal.

Sumber : Kompas

9 komentar:

  1. wah jgn2 guru itu ngambek karena kebijakan yg diberlakukan tidak memberikan dampak positif (protes) jdx tidak mengisi jawaban yg sebenarnya dia tahu,,

    BalasHapus
  2. semoga guru semakin bermutu sehingga anak didik juga bisa lebih ermutu dan semakin mudah dalam mentransfer ilmunya...
    :)

    BalasHapus
  3. Semoga UKG benar-benar membawa manfaat.

    BalasHapus
  4. Tapi nilai 0 belum berarti tidak ada kompetensi. Bisa jadiada kesalahan-kesalahan teknis yang tidakdiketahui.

    BalasHapus
  5. agak aneh bagi saya, kemungkinan sistem operasi yang dipakai bisa saja tidak sempurna sehingga menghasilkan error dalam penilaian, tapi itu hanya beberapa kemungkinan....

    BalasHapus
  6. Selamat malam, kunjungan di tengah malam hari.

    BalasHapus
  7. wah menyedihkan , tapi munkin aja karna ujiannya terlalu intelek bahasanya atau rumit dipahami... perlu dikoreksi yang nyediakan soal dan yang menjawab

    BalasHapus
  8. wah baru tau , tapi munkin saja terlalu intlek atau rumit soalnya .. perlutu dikoreksi yang buat soal dan yang nerima soal ...

    BalasHapus

Terimakasih anda telah berkunjung ketempat ini, semoga panjang umur