Sabtu, 15 Maret 2014

GURU HONORER AKAN TELANJANG

Membaca berita dari JPPN.com hari ini ada topik bahwa guru honorer yang tergabung dalam Perhimpunan Honorer Sekolah Negeri Indonesia (PHSNI) mengancam akan melakukan aksi demonstrasi. Ancamannya akan melakukan demonstrasi bertelanjang sebagai bentuk protes kepada peperintah karena tidak terima hasil seleksi cpns kemarin.

Kalau melihat permasalahan yang sedang dihadapi oleh para guru honorer saat ini karena tidak lulus ujian seleksi cpns saya jadi ikut prihatin. Apalagi gaji guru honorer itu sangat rendah, dari berita yang saya baca hanya digaji Rp. 200.00 per bulan, ini sangat jauh dari upah minimum yang berkisar antara Rp. 900.000 sampai Rp. 2441.301.

Dalam peraturan pemerintah republik indonesia nomor 56 tahun 2012 tentang perubahan kedua atas peraturan pemerintah nomor 48 tahun 2005 tentang pengangkatan tenaga honorer menjadi calon pegawai negeri sipil pasal 6 ayat 1 dijelaskan bahwa,”Pengangkatan tenaga honorer yang penghasilannya dibiayai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil berdasarkan Peraturan Pemerintah ini dilakukan secara bertahap dan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan keuangan negara mulai formasi Tahun Anggaran 2005 sampai dengan formasi Tahun Anggaran 2012”.

Dengan terbitnya PP Nomor 56 tahun 2012, diharapkan dapat menjadi payung hukum dalam pengangkatan tenaga honorer, tetapi pada pasal 6A berbunyi: “Pengangkatan tenaga honorer sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat (3) dilakukan melalui pemeriksaan kelengkapan administrasi dan lulus seleksi ujian tertulis kompetensi dasar dan kompetensi bidang sesama tenaga honorer”.

Kalau kita baca PP Nomor 56 tahun 2012 Pasal 6 dan 6A bagaimana menurut anda? Melakukan demonstrasi untuk memprotes hasil seleksi cpns yang mungkin dianggap banyak kecurangan itu boleh-boleh saja. Tapi perlu diingat apa yang kita lakukan jangan sampai membahayakan, merugikan atau memalukan diri sendiri. Saya menangkap beberapa kerugian seandainya demo telanjang itu dilakukan.
  1. Melanggar undang-undang pornografi
  2. Memalukan diri kita sendiri
  3. Memalukan keluarga (anak, orangtua dan saudara)
  4. Menguntungkan bagi yang suka mengoleksi gambar foto atau video telanjang
  5. Murid-murid dapat koleksi gambar foto atau video gurunya sendiri yang sendang telanjang sambil jalan-jalan dijalan raya


Mudah-mudahan rencana ini tidak dilakukan dan kalaupun demonya tetap dilaksanakan gunakanlah cara-cara yang lain yang bisa meluluhkan hati pemerintah sehingga apa yang selama ini diperjuangkan untuk menjadi pns dapat terwujud.

8 komentar:

  1. Guru tidak semestinya berpikir untuk telanjang di depan umum, jika itu terjadi maka memang tidak pantaslah diangkat menjadi teladan siswa...

    BalasHapus
  2. semoga tidak beneran terealisasi...
    takut digebukin FPI....

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama dengan yang saya buat di blog saya pak....
      :)

      Hapus
  3. kemarahan dan kekecewaan yang sudah menggunung...wajar jika ada yang bertekad seperti itu...cuman kalau guru yang melakukan...gimanaaa gituh.
    nasibmu wahai para honorer...sungguh menelongsokan deh ih.

    BalasHapus
  4. saya juga termasuk guru honorer, tapi saya juga gak pernah terpikir sedikitpun untuk ikut-ikutan demo kayak gitu.

    saya lebih berpikir kalau mensukuri apa yang sudah saya dapatkan sekarang ini, dan tetep berusaha tes CPNS berikutnya. kalau kayak gitu terlihat gak berpendidikan banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju!
      saya juga merasa bahwa pemerintah masih belum memberikan perhatian lebih kepada guru honorer, terutama yang ngajar di pelosok

      Hapus
  5. Waduh... semoga saja itu hanya gosip aja dan gak terjadi.
    Patut disayangkan jika sampai benar2 dilaksanakan.

    BalasHapus
  6. Semoga tidak terjadi ya.. Karena di samping mempermalukan diri, keluarga dan anak didik nama 'guru' jadi menyedihkan sekali.

    BalasHapus

Terimakasih anda telah berkunjung ketempat ini, semoga panjang umur