Sabtu, 18 Juli 2009

TAWA DAN TANGIS

Ha ha ha……
ha….ha….ha….
Kakek ketawa
ha….ha….ha….
Nenekpun ikut ketawa
ha….ha….ha….
Ayah ketawa
Ibu ketawa
Kakak ketawa
Adik ketawa
Semua ketawa
ha….ha…..ha…..
Seandainya dunia penuh tawa
Tak ada tangis menyesakkan dada
Tapi……..
u….u….u…..
kakek menangis
u….u….u…..
nenekpun ikut menangis
ayah menangis
ibu menangis
kakak menangis
adik menangis
semua ikut menangis
ketika bom mengguncang bumi
meredupkan langit biru
Sang Dewa Angkara duduk bersila tertawa lega
Ha….ha….ha….
Rasa haus tlah sirna
Menenggak darah manusia tak berdosa
meregangkan nyawa

5 komentar:

  1. jd pingin ikutan nangis :(

    BalasHapus
  2. Sudah habis air mata ini menangisi negeri tercinta yang tidak pernah lepas dari petaka...

    BalasHapus
  3. Duuuh gusti, semoga tak ada lagi angkara ini...

    BalasHapus
  4. bang....suatu hari kita bisa bertukar pikiran...
    trims atas kunjunganya

    BalasHapus
  5. wah, puisinya sederhana tapi penuh arti.

    BalasHapus

Terimakasih anda telah berkunjung ketempat ini, semoga panjang umur